HARGA GELAR
Oleh: Abi Atikah.
Assalamualaikum,,,Zayyukum?,kayfa halak? Untaian kata ini telah sering kita ucapkan untuk memulai kombor nahnu dengan orang-orang arab, (mesir khususnya), itulah ucapan perhatian untuk memulai kombor kita, antah itu melemak, atau ilmiah, yaa,, tersorah masing-masing lah yo, Nah, di peluang omas ini, nampaknya saya ingin mengkopy ucapan itu, buat para sobat, dan abangku sekalian, di manopun berada, di mesir atau mencanegara, zayyukum?. Doa ku semoga kebahagian dan keberhasilan selalu mengiringi di setiap ucapan dan langkah para sobat dan abangku sekalian, amin.
Maaf lah yo!, kalau aku tak bisa memulai kombor kito ini dengan pantun, seperti yang telah di lakukan oleh sobat kita, yang The Best, di edisi kemaren,panton beliau memang jempolan punyo, makanye bisa menjadi pemenang di salah satu perlombaan bergengsi di mesisir. Selamat ya..
Edisi kali ini rubrik kombor kinanah mengajak utuk men-nsisa (mengkaji, serius tapi santai), karena memang saat-saat ini, merupakan saat-saat yang menuntut untuk rehat, tapi juga serius lhoo. sesuai dengan tema judul kito diatas nampaknya gelar itu tidak bisa kita anggap remeh, apa lagi enteng. Parahnya lagi di pandang sebelah mata, layaknya mata Jaja Miharja ketika mengatakan, apaan tuuuu!. Dia acara kuis dangdut, di stasiun TPI,(wah namapaknya penulis hapal kali ini acara, pernah jadi korban ya boss??) nggak usah di jawab, hanya pertanyaan para fends, yang usil,ok,,
Meskipun ada pandangan yang kontradiktif (jenis apaan tu boss,) di masyarakat kita tentang gelar baik akademis atau gelar untuk yang lebih dewasa, seperti kata “abang” contohnya. Tak sedikit yang berpendangan bahwa gelar itu sama sekali tidak penting. Sesungguhnya, pandangan demikian bukan disebabkan oleh gelar itu sendiri, namun disebabkan banyaknya orang yang merasa kurang diuntungkan dari gelar yang dimilikinya. Ya nggak??
Namun di lain pihak, tak sedikit yang tetap berpandangan bahwa gelar itu sangat penting. demi kedamaian hidup katanya, Kenyataan yang mencerminkan pandangan kedua ini juga bisa kita lihat dari praktek hidup sehari-hari kita di sisni, karena memang gelar sangat berpengaruh dalam sebuah keharmonisan kebersamaan. Andaikan gelar itu tidak penting, tentu tak akan ada rasa memiliki konon lagi perhatinaan antara kita. (wah bener banget tuh bosss, ane setujuh). Andaikan gelar itu tidak penting tentu jumlah anggota yang peka terhadap sebuah rutinitas yang baik akan segera punah karena memang untuk mencari spirit yang hilang kita butuh nasehat dan arahan, dan ini hanya berlaku bagi mereka yang memang mengerti akan harga sebuh gelar, gelar itu hanya akan menjadi masaalah jika diri kita bermasalah, seperti adanya konflik-konflik dalam diri yang akhirnya membatasi pemberdayaan-diri, pendidikan-diri, dan pembelajaran-diri kita. (waduh boss puisinya susah di pahamai).
Nah resep supaya gelar itu tetap utuh bersemayam dalam diri kita, kita butuh mental yang kuat, sikap mental kuat adalah ekspresi penyikapan yang dilandaskan pada kesimpulan menang, bergerak menginjak realita. Adakah orang yang sanggup mengalahkan realita? Tidak ada orang yang sanggup melawan realita. Tetapi, pengertian kalah di sini, adalah kegagalan kita menemukan bagian spesifik dari realita yang tepat untuk memberdayakan diri kita.
Sebelum melanglang buana lebih jauh kita meyamakan presepsi dulu apa yang kita maksud dengan gelar, gelar yang saya maksud dalam tulisan ini adalah, “sesuatu yang kita miliki, untuk menentukan yang sholeh dan salah.”
Mengapa kita perlu memilih sikap mental kuat dan memilih menjadi pemenang?
Samuel Butler mengatakan: “Hidup ini seni”, life is an art.(waduh jenis apa lagi nih boss) Namanya seni, berarti sebagian besar keindahan sebuah kreasi lebih banyak ditentukan oleh sikap mental untuk menyentuh, bukan tergantung pada bahan baku. Batu bisa hanya sekedar menjadi batu tetapi bisa pula menjadi patung yang bernilai. (sory kalu agak susah untuk di pahami.hehehehe)
Perbedaan pola sikap mental yang kita gunakan dalam melihat kenyataan, akan menciptakan perbedaan kesimpulan mental (hasil makna) yang kita pahami. Perbedaan kesimpulan akan membedakan keputusan, dan perbedaan keputusan akan membedakan (rencana) tindakan, perbedaan tindakan akan membedakan kebiasaan dan perbedaan kebiasaan akan membedakan karakter (prilaku menghadapi hidup) dan perbedaan di tingkat karakter akan membedakan perbedaan tanggapan (feedback) yang dikeluarkan oleh kehidupan kepada kita.
“Hidup ini adalah pemainan”, firman Allah dalam kitab suci. Separoh dari permainan hidup ini dimenangkan oleh sikap mental”, kata Danny Ozark (Half this game is 90 % mental). “Kemenangan sejati para juara di lapangan tidak telepas dari gelar yang kudung mereka miliki, mental yang kuat juga sikap mereka yang peka terhadap apa yang mereka miliki,
Nah,, gelar yang paling spesifik lebih banyak ditentukan bukan oleh angka yang melekat pada gelar itu, tetapi oleh bagaimana kita mengolahnya menjadi indah; ditentukan oleh sikap mental yang kita pilih untuk menyikapi realita lingkungan, atau bagaimana kita menjatuhkan kartu bermain dari kartu apapun yang sudah kita miliki. Mark Twin pernah bilang: “Hidup ini bukan persoalan kartu apa yang kita terima, tetapi kartu apa yang kita pilih untuk kita jatuhkan.”
Salah satu jurus jitu yang bisa kita gunakan untuk mengeksplorasi keinginan yang benar-benar spesifik bagi kita adalah pertanyaan-diri (self-questioning), misalnya saja: “Apa yang bisa saya lakukan dengan apa yang sudah saya miliki dalam hidup ini, untuk adik-adik ku?, lingkunganku? Kekeluargaanku? Almamterku? guna memperbaiki diri ke arah yang lebih baik?”. Semakin banyak jawaban yang kita temukan akan semakin bagus, sehingga kita memiliki banyak pilihan untuk menyusun langkah berdasarkan skala prioritas utama. (iyooo,,iyo,,,,,iyo,,,,)
Karena kepemilikan gelar ini sebagian besar lebih ditentukan oleh hasil penilaian pribadi kita, maka kreativitas menjadi sangat dibutuhkan. Meskipun kita adalah makhluk yang unggul, tetapi jika kita tidak peduli akan sekitar kita maka kita akan kalah.
Singkatnya, gelar itu sangat penting untuk menghasilan kesimpulan kita pada diri kita sendiri, sehingga penilaian kita atas diri kita tidak menghasilkan kesimpulan yang berarti, Kesimpulan ini tentu tak akan jauh dari sikap mental kuat, kemampuan mengolah apa yang sudah kita miliki dan bagaimana menggunakan apa yang kita miliki untuk mencapai apa yang kita ingini. sehingga hidup.kita tidak perlu Meminta magrib dan subuh menyadarkan kita akan hidup yang fana ini. Semoga bermanfaat yoo.
Arif_myus@yahoo.com
Tampilkan postingan dengan label maha karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maha karya. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Januari 2010
SURAT
Oleh: M. Arif Billah
"Untuk apa ada bagian keamanan, toh akhirnya sama saja, tindak kriminal masih terjadi dimana-mana. Lebel dewan keamanan tidak memberi jaminan kita untuk hidup aman tidak segagah gelar dan namanya. Bahkan sudah tidak lagi bisa dihitung dengan jari jumlah kriminal yang terjadi yang terbentang di atas bumi ini, mulai dari pedesaan, provinsi hingga ibu kota, tampaknya tidak luuput dari yang namanya tindak kriminal, bahkan pelakunyapun tak begitu bodoh-bodoh amat, mulai dari tamat es de sampai mahasisiwa juga ikut andil meramaikan pentas kriminal, dan kekacauan dunia. Bukankah hidup itu yang paling pokok adalah merasa diri kita aman, merasa diri kita merdeka, tanpa ada rasa gangguan yang melintas,sehingga pelajar dapat menikmati pelajarannya,dan mahasiswa dapat aktif menikmati diktat kuliahnya,benarkan Pak?". Begitulah perkataan yang pernah diucapkan oleh seorang anak dalam suatu pembicaraan santai. Logika pembenaran seorang bapak tersebut bisa dijawab benar dan tidak benar.
Kenyataan membuktikan semakin banyak jumlah kejahatan yang terjadi, yang tidak mendapat perlakuan sesuai dari para penindak keamanan, bahkan tak sedikit para penindak keamanan tidak mengambil pusing akan kasus yang menerpa, sehingga akan melahirkan para pelaku kejahatan yang lebih banyak karena secara otomatis meraka merasa berkebebasan unutk melakukan aksi mereka, tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari penindak keamanan.
Belum lama kami dilantik oleh president PPMI mesir, masa jabatan 2009-2010,
Di umur yang masih belia, bak ibarat seorang anak belita selalu melakukan tindakan yang diluar kehendak orang tuanya, namun diusia sekecil ini kami berkeinginan untuk menulis surat buat sahabat sekalian, saya berharap supaya surat ini sampai ketangan kita dalam keadaan aman sentosa, barang kali diantara kita ada yang bertanya, ada apa gerangan saya menulis surat ini untuk kita? Apa target dibalik surat tersebut,,,
Beberapa hari yang silam, ketika seluruh umat manusia berbondong-bondong untuk meraih keberkahan, memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pengampunan dosa dengan fasilitas yang di berikan Allah swt. Atas nama bulan suci ramadahan, akan tetapi bulan suci itu dikotori oleh tangan beberapa orang ABG mesir, melalui tindak anarkis meraka bahkan bisa kita katakan tindakan brutal mereka, telah mengusik keamanan teman-teman kita yang berada di RM Sehati, lemparan botol, mengobrak abrik se isi rumah makan yang bertempat di musallas ini, serta pemukulan teman kita Yayan adalah ikrar mereka, sebagai grombolan orang yang tidak menghargai kita sebagi orang Indonesia bahkan lebih dari sekedar itu fasilitas mulia tersebut telah dilecehkan oleh anak ABG mesir itu.
Tidak hanya sebatas itu, hilangnya uang dengan nilai kurang lebih 700 $, milik saudara kita Alex juga menjadi bukti nyata tindak keriminal dan kejahatan kini tak lagi mengenal tempat dan waktu, aksi pencopetan itu terjadi di Tramco yang dilakukan oleh wanita yang bisa kita sebut ibu-ibu mesir. Dengan cara memarahi saudara kita Alex untuk menghilangkan konsentrasinya, sehingga teman pelaku beraksi menggerogoti uangnya tanpa di sadari oleh saudara Alex.
Tak mengenal tempat kiranya juga cocok kita kaitkan terhadap kejadaian yang menimpa teman kita Falah hiruk pikuk masyarakat yang melakukan aktifitas di malam hari, tidak menjadi jaminan untuk kita merasa aman berada di tengah-tangah meraka, di tempat inilah teman- kita ditodong oleh seorang anak muda mesir ketika berada di dalam mobil, HP Sony Ericsenpun disapu oleh penodong mesir itu yang bertubuh cukup tinggi, kurus dan berambut tipis, meski sempat di kejar oleh saudara falah dan beberapa temannya pencuri itu berhasil melarikan diri, taklama kemudiaan pencarian pelakupun ditindak lanjuti oleh beberapa anggota DKKM ditemani oleh korban dan teman-temannya, pencarian tersebut mendapat lampu hijau setelah seorang anak muda mesir memberi tahu tempat bakolah Asrof (pelaku penodongan dan poncopetan), bertempat di suq madrasah, adu fisikpun terjadi antara pelaku dan DKKM, sehingga saudara faisal harus rela hidugnnya di oprasi dan saudara arif harus rela menerima jahitan orang mesir di kepalanya, serta saudara edi harus rela menerima pukulan dari beberapa orang mesir, mendapat berita ini pihak KBRI dan president PPMI tak tinggal diam aksi terjun langsung ke TKP dan menemani korban berobat hingga azan subuh tidak membuat mereka kelelahan meskipun jam kerja telah lama usai, saat itu juga puluhan mahasiswapun terjun, hingga bisa di katakan malam mereka saat itu adalah siang mereka, karena mata dan jiwa mereka harus terjaga sepanjang malam, perjuangan para pemuda ini tak sia-sia tepat setelah sholat subuh barang teman kita yang di rampok di kembalikan melalui perantara teman asraf yang di serahkan kepada presiden PPMI. Walaupun adu fisik yang terjadi masih ada yang mengatakan itu tindakan ceroboh, itu kita maklumi karena dengan keterbatasan tidak setiap kebaikan dipandang baik oleh setiap manusia.
Belumpun matahari tenggelam di ufuk barat alias belum lagi pelaku penodongan dan perampokan saudara falah tertanggkap, kini mesisir di gegerkan kembali dengan kasusu pembobolan rumah, 1 buah laptop, 1 buah ptinter, 1 buah LCD, 2 buah HP, dan satu buah kamera sony, kini tak lagi menjadi harta rumah saudar mukhlis dkk. yang bertempat dibawabah III imarah I madkhol alif namor 6, aksi pembobolan itu terjadi di saat rumah tersebut kosong, menurut saksi mata (orang mesir yang sedang kerja di tempat tijarah mobil yang berada di depan pintu masuk rumah teman kita ini), kejadaiannya sekitar pukul 18:30 wk. yang dilakuakan oleh laki-laki berukuran sekitar 170 cm. berkemeja abu-abu, dan berjanggut tipis, ia hanya sendiri. pelaku masuk kedalam rumah melalui pintu depan dengan cara merusak kunci pintu depan di perkirakan alat yang digunakan adalah alat penghancur sejenis linggis. Ketika penghuni rumah kembali sekitar pukul 20:00 wk. mereka menemukan rumah sudah dalam keadana diobrak obrik, meraka langsung menghubungi faisal wakil DKKM dan langsung di kontak oleh ketua DKKM, mendapat berita itu anggota DKKM langsung mendatangi TKP dan menghubungi pihak KBRI. aksi pencarianpun dilakukan oleh beberapa taman korban dan DKKM, yang di bagi menjadi dua tim, satu tim menelusuri dangan jalan kaki dan satu tim menelusuri dengan mengendarai mobil, technology malpun tak luput dari pencaraian mereka, sedangkan teman-teman yang barangnya di curi langsung melaporkan ke pihak polisi untuk menulis mahdar yang ditemani oleh presiden PPMi dan DKKM.
Muhadharah yuk! Semangat kuliah yang pantas di ancungkan jempol, begitulah semangat para mahasiswi dan mahasiswa kita saat ini, namun sayang beribu kali sayang ketika semangat itu lahir dari kepribadian salah seorang Mahasiswi kita yang berinesial N dibalas dengan kehilangan tas kesayangnnya yang berisi HP, Paspor, MP4 dll. Kejadiannya tepat ketika korban meninggalkan ruangan muhadharah untuk sholat zuhur, ketika kembali keruangan tas sudah tidak ada lagi ditempat semula. dari keterangan korban saat ia meninggalkan ruangan muhadarah, masih ada bebrapa orang berada di ruangan itu, setelah mengetahui tas telah di curi, korban yang ditemani oleh beberapa temannya segera mendatangi pihak kepolisian yang berada dikuliah banat, kejadiaan ini segera di laporkan oleh DKKM kepihak kepolisian kismu tsani bertempat di H 6 th, di temani oleh korban dan temannya, keesokan harinya korban menyampaikan ke DKKM pihak kepolisian banat ingin bertemu dengan DKKM, permintaan itupun di iyakan, setelah mengatakan kronologis kejadiaan, dan meminta masaalah ini di tindak lanjuti dengan serius, pihak kepolisianpun mengiyakan, sehingga pencarian di sekitar kuliahpun telah di lakukan, insya Allah barang yang hilang akan kembali lagi, inilah kata penutup dari pihak polisi banat mengakhiri pertemuan hari itu.
Malam perpisahan dengan pak ATHAN kolonel sigit yang berlanggung di wisma KMKM, menyisakan kesedihan mesisir, kesedihan itu semakin dalam ketika jam menunjukkan pukul 22:00 wk. warga negara kita lagi-lagi menjadi korban aksi razia yang dilakukan oleh polisi, berita inipun segera dilaporkan ke pihak KBRI, mendengar berita ini respon KBRI begitu luar biasa, dari keterangan pihak KBRI polisi yang melakukan razia tersebut adalah polisi imigrasi yang saat-saat ini pihak mesir menggalakkan pemeriksaan izin tinggal (visa), dan korban dari pemeriksaan itu bukan hanya Negara indonesi saja tapi beberapa negara juga menjadi korban razia tersebut, mendapat informasi ini pihak KBRI menghimpau kepada seluruh warga Negara indonesia yang berada di mesir untuk memperhatikan dengan serius surat izin tinggal tersebut, dan segera memperpanjang masa berlakunya jika telah habis.
Pernahkah anda merasa begitu kecil di tengah dunia yang semakin terlihat gemerlap? Atau, apakah kita hanya bisa menghela nafas melihat para pelaku kejahatan beraksi menggangu keamann baik di dalam maupun luar rumah, sementara disisi lain beribu dari mahasiswa kita dipaksa untuk belajar serius tanpa memiklirkan yang lain? Rasa ketidak amanan meraka telah menggerogoti kuat pikiran meraka sehingga begadangpun menjadihal yang wajar demi menjaga keamanan diri dan teman-teman mereka. Yang hasilnya kuliahpun terusik.
Inilah surat ku hari ini untuk sobatku semuanya, aku tidak punya banyak terget dari surat ku ini, targetku hanya dua; yang pertama bagaimana dengan surat ini kita semua sadar bahwa mesir selain dikenal negara banyak ilmu dan banyak debu juga dikenal negara banyak malingnya. Target yang kedua di harapakan SATGAS KBRI dan DKKM dapat menjadi fatner yang baik dan benar.
TALFIQ
TALFIQ: HARAMKAH?.
Oleh: M.arif Billah.
Di zaman dot com ini banyak permasalAhan yang harus kita selesaikan, banyak solusi yang harus kita hadiahkan, banyak waktu yang harus kita manfaatkan, banyak pertanyaan yang harus kita jawab, dan banyak opini yang harus kita tangkis, sebagai seorang yang menuntut ilmu khususnya ilmu islam.
Salah satu dari sekian banyaknya pertanyaan yang harus kita jawab adalah,apakah talfiq itu? haramkah ia? Nah di tulisan yang singkat ini penulis mencoba untuk menyinggung tentang hal tersebut.
Talfiq adalah:
Di dalam kamus al-‘asri karya Attabik aly dan Ahmad Zuhdy Muhdhor, di tuliskan kata talfiq memiliki arti: “yang di buat-buat”, talfiq menurut fiqih didefinisikan:
mencetuskan hukum dengan mengkombinasikan berbagai madzhab, sehingga hukum tersebut menjadi sama sekalibaru,. Mencampur-campur madzhab dengan sengaja dan mencetuskan hukum baru yang sama sekali tidak adadalilnya, itulah yang lebih tepat disebut talfiq. Adapun berpindah madzhab dalam satumasalah agama dengan berlandasan kepada dalil atau karena kondisi tertentu, tidak lah termasuk talfiq.
talfiq mencangkup baik itu bidanag ibadah seperti: Seseorang berwudu menurut madzhab Syafi'i yang menyapu kurang dari seperempat kepala, kemudian ia bersentuhan kulit dengan ajnabiyah; dan ia terus mendirikan shalat dengan mengikuti madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa sentuhan tersebut tidak membatalkan wudlu.
Adapun contoh talfiq dalam bidang muamalah adalah: Membuat undang-undang perkawinan dimana akad nikahnya harus dengan wali dan saksi karena mengikuti madzhab Syafi'i; mengenai sah jatuhnya thalaq raj'i mengikuti madzhab Hanafi yang memandang sah ruju' bi 'l-fi'li (langsung bersetubuh).
Dari contoh di atas alam kita mengatakn tentang bolehnya talfiq dalilnya hal itu karena:
Alasan Pertama:
Tidak adanya nash di dalam Al-Quran atau pun As-Sunnah yang melarang talfiq ini. Setiap orang berhak untuk berijtihad dan tiap orang berhak untuk bertaqlid kepada ahli ijtihad. Dan tidak ada larangan bila kita sudah bertaqlid kepada satu pendapat dari ahli ijtihad untuk bertaqlid juga kepada ijtihad orang lain.
Di kalangan para shahabat nabi SAW terdapat para shahabat yang ilmunya lebih tinggi dari yang lainnya. Banyak shahabat yang lainnya kemudian menjadikan mereka sebagai rujukan dalam masalah hukum. Misalnya mereka bertanya kepada Abu Bakar ra, Umar bin Al-Khattab ra, Utsman ra, Ali ra, Ibnu Abbas ra, Ibnu Mas'ud ra, Ibnu Umar ra dan lainnya. Seringkali pendapat mereka berbeda-beda untuk menjawab satu kasus yang sama.
Namun tidak seorang pun dari para shahabat yang berilmu itu yang menetapkan peraturan bahwa bila seseorang telah bertanya kepada dirinya, maka untuk selamanya tidak boleh bertanya kepada orang lain. Dan para iman mazhab yang empat itu pun demikian juga, tak satu pun dari mereka yang melarang orang yang telah bertaqlid kepadanya untuk bertaqlid kepada imam selain dirinya.
Maka dari mana datangnya larangan untuk itu, kalau tidak ada di dalam Quran, sunnah, perkataan para shahabat dan juga pendapat para imam mazhab sendiri?
ALASAN KEDUA:
Alasan ini semakin menguatkan pendapat bahwa talfiq itu boleh dilakukan. Karena yang membolehkannya justru nabi Muhammad SAW sendiri secara langsung. Maka kalau nabi saja membolehkan, lalu mengapa harus ada larangan
Nabi SAW lewat Aisyah disebutkan:
Nabi tidak pernah diberi dua pilihan, kecuali beliau memilih yang paling mudah, selama hal tersebut bukan berupa dosa. Jika hal tersebut adalah dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhi hal tersebut “. (Fathu al-Bari, X, 524)
Adanya dua pilihan maksudnya ada dua pendapat yang masing-masing dilandasi dalil syar'i yang benar. Namun salah satunya lebih ringan untuk dikerjakan. Maka nabi SAW selalu cenderung untuk Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah mudah. Dan tidaklah seorang yang mencoba untuk menyulitkannya, maka ia pasti dikalahkan”. (Fathu al-Bari, I, 93)mengerjakan yang lebih ringan.
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam satu agama suatu kesempitan. (Fatawa Syaikh ‘Alaisy, I, 78)
Talfiq akan menjadi haram hukumnya, jika berminat untuk memain-mainkan agama mak hukumnya adalh haram karena agam islam itu memeang mudah akan tetapi jangan di mudah-mudahkan.
Imam syafii pernahmengatakan: "Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang berlawanan dengan hadis Rasulullah s.a.w, peganglah hadis itu dan tinggalkanlah pendapatku."
(Harawi dalam Dzam al-Kalam, al-Khatib dalam al-Intijaj bi al-Syafie, Ibn 'Asakir, al-Nawawi dalam al-Majmu', Ibn al-Qayyim dan a-Filani).
Begitu indahnya islam tidak menyuruh kita untuk ta’asub pada suatu golongan.
Tidak ada salahnya kta mengikuti pandangan Imam-imam mazhab. Pandangan mereka perlu kita hormati karena mereka bukan manusia sembarangan. Ilmu mereka sangat mendalam. Namun demikian kepatuhan kepada mereka ada batasannya dan jangan keterlaluan sampai mengatasi kepatuhan kepada Nabi Muhammad saw.
Sahata:7-3-2009
Oleh: M.arif Billah.
Di zaman dot com ini banyak permasalAhan yang harus kita selesaikan, banyak solusi yang harus kita hadiahkan, banyak waktu yang harus kita manfaatkan, banyak pertanyaan yang harus kita jawab, dan banyak opini yang harus kita tangkis, sebagai seorang yang menuntut ilmu khususnya ilmu islam.
Salah satu dari sekian banyaknya pertanyaan yang harus kita jawab adalah,apakah talfiq itu? haramkah ia? Nah di tulisan yang singkat ini penulis mencoba untuk menyinggung tentang hal tersebut.
Talfiq adalah:
Di dalam kamus al-‘asri karya Attabik aly dan Ahmad Zuhdy Muhdhor, di tuliskan kata talfiq memiliki arti: “yang di buat-buat”, talfiq menurut fiqih didefinisikan:
mencetuskan hukum dengan mengkombinasikan berbagai madzhab, sehingga hukum tersebut menjadi sama sekalibaru,. Mencampur-campur madzhab dengan sengaja dan mencetuskan hukum baru yang sama sekali tidak adadalilnya, itulah yang lebih tepat disebut talfiq. Adapun berpindah madzhab dalam satumasalah agama dengan berlandasan kepada dalil atau karena kondisi tertentu, tidak lah termasuk talfiq.
talfiq mencangkup baik itu bidanag ibadah seperti: Seseorang berwudu menurut madzhab Syafi'i yang menyapu kurang dari seperempat kepala, kemudian ia bersentuhan kulit dengan ajnabiyah; dan ia terus mendirikan shalat dengan mengikuti madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa sentuhan tersebut tidak membatalkan wudlu.
Adapun contoh talfiq dalam bidang muamalah adalah: Membuat undang-undang perkawinan dimana akad nikahnya harus dengan wali dan saksi karena mengikuti madzhab Syafi'i; mengenai sah jatuhnya thalaq raj'i mengikuti madzhab Hanafi yang memandang sah ruju' bi 'l-fi'li (langsung bersetubuh).
Dari contoh di atas alam kita mengatakn tentang bolehnya talfiq dalilnya hal itu karena:
Alasan Pertama:
Tidak adanya nash di dalam Al-Quran atau pun As-Sunnah yang melarang talfiq ini. Setiap orang berhak untuk berijtihad dan tiap orang berhak untuk bertaqlid kepada ahli ijtihad. Dan tidak ada larangan bila kita sudah bertaqlid kepada satu pendapat dari ahli ijtihad untuk bertaqlid juga kepada ijtihad orang lain.
Di kalangan para shahabat nabi SAW terdapat para shahabat yang ilmunya lebih tinggi dari yang lainnya. Banyak shahabat yang lainnya kemudian menjadikan mereka sebagai rujukan dalam masalah hukum. Misalnya mereka bertanya kepada Abu Bakar ra, Umar bin Al-Khattab ra, Utsman ra, Ali ra, Ibnu Abbas ra, Ibnu Mas'ud ra, Ibnu Umar ra dan lainnya. Seringkali pendapat mereka berbeda-beda untuk menjawab satu kasus yang sama.
Namun tidak seorang pun dari para shahabat yang berilmu itu yang menetapkan peraturan bahwa bila seseorang telah bertanya kepada dirinya, maka untuk selamanya tidak boleh bertanya kepada orang lain. Dan para iman mazhab yang empat itu pun demikian juga, tak satu pun dari mereka yang melarang orang yang telah bertaqlid kepadanya untuk bertaqlid kepada imam selain dirinya.
Maka dari mana datangnya larangan untuk itu, kalau tidak ada di dalam Quran, sunnah, perkataan para shahabat dan juga pendapat para imam mazhab sendiri?
ALASAN KEDUA:
Alasan ini semakin menguatkan pendapat bahwa talfiq itu boleh dilakukan. Karena yang membolehkannya justru nabi Muhammad SAW sendiri secara langsung. Maka kalau nabi saja membolehkan, lalu mengapa harus ada larangan
Nabi SAW lewat Aisyah disebutkan:
Nabi tidak pernah diberi dua pilihan, kecuali beliau memilih yang paling mudah, selama hal tersebut bukan berupa dosa. Jika hal tersebut adalah dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhi hal tersebut “. (Fathu al-Bari, X, 524)
Adanya dua pilihan maksudnya ada dua pendapat yang masing-masing dilandasi dalil syar'i yang benar. Namun salah satunya lebih ringan untuk dikerjakan. Maka nabi SAW selalu cenderung untuk Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah mudah. Dan tidaklah seorang yang mencoba untuk menyulitkannya, maka ia pasti dikalahkan”. (Fathu al-Bari, I, 93)mengerjakan yang lebih ringan.
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam satu agama suatu kesempitan. (Fatawa Syaikh ‘Alaisy, I, 78)
Talfiq akan menjadi haram hukumnya, jika berminat untuk memain-mainkan agama mak hukumnya adalh haram karena agam islam itu memeang mudah akan tetapi jangan di mudah-mudahkan.
Imam syafii pernahmengatakan: "Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang berlawanan dengan hadis Rasulullah s.a.w, peganglah hadis itu dan tinggalkanlah pendapatku."
(Harawi dalam Dzam al-Kalam, al-Khatib dalam al-Intijaj bi al-Syafie, Ibn 'Asakir, al-Nawawi dalam al-Majmu', Ibn al-Qayyim dan a-Filani).
Begitu indahnya islam tidak menyuruh kita untuk ta’asub pada suatu golongan.
Tidak ada salahnya kta mengikuti pandangan Imam-imam mazhab. Pandangan mereka perlu kita hormati karena mereka bukan manusia sembarangan. Ilmu mereka sangat mendalam. Namun demikian kepatuhan kepada mereka ada batasannya dan jangan keterlaluan sampai mengatasi kepatuhan kepada Nabi Muhammad saw.
Sahata:7-3-2009
Langganan:
Postingan (Atom)